6 Penyebab Fatal Terjadinya Kegagalan dalam Bisnis

Dalam menjalankan bisnis pasti ada keuntungan dan kerugian, juga ada kesuksesan dan kegagalan. Baik yang memulai bisnis dari nol maupun yang sudah berjalan. Kegagalan dalam bisnis adalah salah satu hal yang paling ditakuti oleh pelaku bisnis. Tidak ada pengusaha yang menginginkan sebuah kegagalan dalam bisnis. Tapi tahukah Anda, tanpa disadari kegagalan atau dapat terjadi karena beberapa penyebab. Apa saja yang dapat menjadi penyebab kegagalan bisnis? Berikut 6 Penyebab Terjadinya Kegagalan dalam bisnis di bawah ini.

  1. Perencanaan yang Kurang Matang
    Dalam menjalankan bisnis, perencanaan adalah hal penting yang harus dilakukan pertama kali. rencana bisnis tidak perlu sempurna, namun harus tepat dan dipikirkan secara matang. Dengan melakukan perencanaan, Anda dapat menentukan bagaimana bisnis Anda mencapai tujuannya.
    Perencanaan juga dapat dipakai sebagai alat pengendalian kegiatan operasional perusahaan. Dengan adanya sebuah rencana, Anda juga dapat memilih dan menetapkan apa saja kegiatan yang diperlukan dan tidak diperlukan, serta melakukan seluruh kegiatan secara teratur sesuai dengan tahap-tahap yang telah ditentukan.
    Jika perencanaan bisnis tidak dipikirkan dengan matang, hal ini akan berdampak langsung pada kegiatan operasional bisnis yang mengakibatkan kegagalan bisnis atau bahkan pailit.
  2. Takut Mengambil Risiko
    Setiap kegiatan pasti memiliki sebuah risiko, salah satunya kegiatan bisnis. Banyak pengusaha yang gagal menjalankan bisnis karena takut mengambil risiko, misalnya risiko dalam menghadapi persaingan, risiko dalam masalah keuangan, dan lain sebagainya. Jika Anda termasuk salah satu pengusaha yang takut mengambil risiko, berarti mental Anda belum siap menjadi seorang pengusaha. Kenyataannya, kebanyakan orang sukses adalah mereka yang berani mengambil risiko.
  3. Tidak Berani Mencoba
    Mencoba hal-hal baru tentu dapat memberikan suatu ide baru dalam menjalankan sebuah bisnis. Namun, banyak pengusaha yang telah nyaman berada di zonanya, sehingga tidak berani mencoba hal baru. Padahal orang yang sukses adalah orang yang mencoba hal baru.
    Jika Anda berani mencoba dan terus berusaha, tidak ada kata tidak mungkin dalam sebuah bisnis, namun jika Anda tidak mulai mencoba, sudah pasti Anda tidak akan pernah berhasil. Dengan berani mencoba, Anda sama dengan telah membuat suatu kemajuan dalam sebuah bisnis. Jadi, mulai sekarang hilangkan rasa ketakutan Anda, dan buang rasa khawatir akan sebuah kegagalan.
  4. Mudah Menyerah
    Setelah Anda mencoba untuk memulai hal-hal baru untuk mengembangkan bisnis, jangan cepat menyerah ketika kegagalan datang. Menyerah dengan mudah akan membuat Anda semakin dekat dengan kegagalan. Jadi, cobalah untuk terus berusaha dan bersemangat untuk mewujudkan sesuatu hal yang ingin dicapai oleh bisnis Anda, dan jangan pernah berhenti di tengah jalan.
    Dengan berhenti di tengah jalan, Anda sama saja telah menyia-nyiakan segala sesuatu yang telah Anda lakukan. Tanamkan dibenak Anda bahwa kegagalan adalah hal wajar, dan setiap orang sukses pasti pernah mengalami kegagalan.
  5. Terlalu Terburu-buru
    Banyak pengusaha yang mengalami kegagalan karena terburu-buru dalam menjalankan sebuah bisnis, misalnya terburu-buru dalam mengembangkan bisnis. Perlu diingat bahwa segala sesuatu yang dilakukan dengan terburu-buru biasanya akan membawa hasil yang kurang baik. Jadi, sebelum membuat keputusan atau melakukan sesuatu, cobalah pikirkan dengan baik dan buat rencana dengan matang. Dengan begitu, risiko kegagalan dalam bisnis akan berkurang dan keuntungan pun akan segera datang.
  6. Tidak Percaya Diri
    Ketika otak Anda dipenuhi dengan pikiran negatif maka rasa tidak percaya diri akan muncul. Tidak percaya diri biasanya akan menyebabkan rasa takut ketika Anda harus mengambil sebuah keputusan atau menyerah ketika mengalami kegagalan. Dengan rasa tidak percaya diri, Anda sama dengan melewatkan kesempatan yang datang kepada Anda. Untuk mengurangi risiko kegagalan, cobalah untuk percaya bahwa Anda bisa meraih kesuksesan dan percaya bahwa semua keputusan yang Anda pilih adalah keputusan terbaik yang pernah Anda ambil.

Itulah enam penyebab yang bisa membuat bisnis gagal. Bukan hanya itu, kurangnya pengalaman dan tidak bisa mengelola keuangan dengan baik, juga bisa menjadi penyebab kegagalan bisnis.

Lihat artikel lainnya:

Silahkan cek profil kami: https://sumberrizki.com/tentang-kami/
Yuk Hitung Deposito kamu sekarang: Klik Disini
List Jasa Keuangan kami: https://sumberrizki.com/pinjaman/
Silahkan cek Google Business kami: https://goo.gl/maps/Cqy22LBjjTKUh8sR6

4 Tips Jitu Memilih Tempat Usaha

Strategi memilih tempat usaha strategis merupakan hal yang wajib Anda perhatikan sebelum Anda memulai membuka bisnis Anda. Dalam sebuah strategi pemasaran, pemilihan lokasi tempat usaha akan berpengaruh terhadap usaha yang Anda jalankan. Prinsipnya, semakin strategis tempat usaha Anda, maka semakin besar peluang Anda untuk meraih kesuksesan. Sebaliknya, jika lokasi tidak strategis maka usaha Anda akan sulit untuk meraih kesuksesan. Berikut ada

  1. Perhatikan Tingkat Kepadatan Penduduk
    Tips memilih tempat usaha strategis yang pertama yaitu anda harus memparhatikan tingkat kepadatan penduduk yang ada di lokasi sekitar. Anda harus memilih tempat usaha yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. Kuncinya, semakin tinggi kepadatan penduduk, maka semakin tinggi potensi pasar terhadap usaha anda. Contohnya perbandingan antara keuntungkan menjalankan bisnis di desa dan kota yang memiliki tingkat kepadatan penduduk ynag berbeda. Sudah tentu jawabannya adalah bisnis di kota akan jauh lebih menguntungkan. Hal ini kaerna tingkat kepadatan penduduknya yang tinggi.
  2. Perhatikan Pendapatan Masyarakat
    Tips yang kedua adalah anda harus memperhatikan besaran pendapat masyarakat yang ada di sekitar lokasi. Selain kepadatan penduduk, besaran pendapatan masyarakat juga mempengaruhi omset usaha anda. Jika anda ingin memulai bisnis dengan produk yang harganya cukup mahal, maka pastikan pendapatan masyarakat sekitar memadai untuk membelinya. Namun, jika anda memiliki usaha yang menjual barang-barang dengan harga relatif murah, tentu memperhatikan pendapatan masyarakat bukan sebuah kewajiban. Oleh sebab itu, jangan salah memperkirakan pendapatan masyarakat sekitar dengan harga jual produk anda.
  3. Banyaknya Tempat Usaha Serupa
    Strategi memilih tempat usaha strategis yang ketiga adalah anda harus mempertimbangkan apakah lokasi yang akan anda jadikan tempat mendirikan usaha tersebut memiliki banyak usaha yang ada di lokasi itu. Pada dasarnya, semakin banyak usaha yanga ada di suatu tempat, maka semakin banyak pula konsumen yang akan datang ke tempat tersebut. Itu artinya, potensi untuk memperoleh keuntungan yang banyak cukup besar.
  4. Menyesuaikan Dana
    Penentukan lokasi yang strategis akan berpengaruh terhadap biaya yang akan anda keluarkan. Harga sewa atau harga beli suatu tempat usaha yang lokasinya ada di pinggir jalan dan dekat dengan keramaian jauh lebih mahal dibandingkan tempat usaha yang lokasinya jauh dari keramaian penduduk. Maka dari itu, penting untuk memperkirakan kira-kira berapa biaya yang harus anda keluarkan. Jika anda tidak memiliki modal besar, maka solusi terbaik adalah menyewanya terlebih dahulu sebelum nanti anda membelinya.
  5. Memilih Lokasi dengan Persaingan Rendah
    Bagi anda yang barus mulai menjalankan bisnis, maka kami sarankan untuk meminimalisir terjadinya persaingan dengan tempat usaha yang lainnya. Terlebih lagi jika produk yang anda jual masih belum terkenal. Oleh sebab itu, perlu untuk memilih tempat usaha yang terletak di tempat yang persaingannya tidak terlalu tinggi. Akan tetapi jika anda yakin bahwa produk anda akan laku keras dan mungkin produk anda sudah terkenal dimana-mana, maka tidak masalah jika anda ikut terjun dalam kompetisi pasar. Intinya, pastikan tempat tersebut strategis terlebih dahulu.

Itulah 4 Tips Jitu Memilih Tempat Usaha yang bisa Anda jadikan referensi sebelum memutuskan dan memilih tempat usaha. Semoga bermanfaat untuk Sobat Kiki.

Lihat artikel lainnya:

Silahkan cek profil kami: https://sumberrizki.com/tentang-kami/
Yuk Hitung Deposito kamu sekarang: Klik Disini
List Jasa Keuangan kami: https://sumberrizki.com/pinjaman/
Silahkan cek Google Business kami: https://goo.gl/maps/Cqy22LBjjTKUh8sR6

Penting! Ajarkan Anak Mengelola Uang Sejak Dini

Tak sedikit orang tua yang berpendapat bahwa mengelola uang adalah urusan orang dewasa, sementara anak-anak cukup menikmatinya saja. Padahal, seharusnya anak perlu dididik mengelola uang sejak dini agar kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Pasalnya lewat didikan mengelola uang dengan benar, anak akan belajar banyak hal. Diantaranya adalah bagaimana cara menggunakan uang dengan bijak hingga membuat hidupnya lebih terorganisir. Apa saja alasan pentingnya? Simak rangkumannya berikut ini:

  1. Mengajarkan Mereka Konsep Anggaran Sejak Dini
    Anggaran keuangan merupakan salah satu faktor yang menentukan seseorang mampu atau tidak mencapai tujuan keuangan di masa depan. Memberikan uang jajan bulanan merupakan salah satu langkah terbaik yang bisa dilakukan untuk mengajarkan anak konsep penganggaran sejak dini.
    Dengan adanya anggaran bulanan yang diberikan, anak akan belajar untuk menyesuaikan pembelian yang akan mereka lakukan. Mereka akan belajar, jika menghabiskan uang di hari pertama, maka mereka tidak akan memiliki uang untuk satu bulan ke depan.
  2. Menghindari Mereka Melakukan Pembelian yang Tidak Diperlukan
    Anak-anak pasti akan dengan mudah tergoda untuk membeli mainan baru, makanan, aksesoris dan lain sebagainya. Jika Anda tidak melatih mereka sejak dini, maka kebiasaan ini akan menjadi kebiasaan buruk mereka sampai dewasa. Dengan pemberian uang jajan bulanan, maka anak-anak akan jauh lebih selektif saat ingin membeli sesuatu.
  3. Mengajarkan Mereka Menyimpan Uang Untuk Masa Depan
    Anda juga bisa dengan mudah mengajarkan anak-anak tentang konsep menabung untuk masa depan. Ajarkan kepada mereka bahwa menyisihkan sebagian uang bulanan bisa membantu mereka mencapai tujuan keuangan di masa depan. Katakan bahwa dengan menabung, mereka bisa menggunakan uang yang disimpan untuk membeli pakaian baru, mainan baru dll. Ajarkan mereka untuk menunda kesenangan dan membiasakan menabung sejak dini dari uang jajan yang diberikan.
  4. Mengajarkan Mereka Bertanggung Jawab
    Uang jajan yang diberikan setiap bulan bisa membantu Anda mengajarkan anak-anak untuk belajar bertanggung jawab. Jika mereka memboroskan uang jajan yang diberikan, maka konsekuensinya mereka tidak akan memiliki uang pada hari selanjutnya. Jika mereka berhemat dan tidak berlebihan saat menggunakan uang, maka mereka bisa menabung sebagian uang jajan yang nantinya bisa bermanfaat untuk membeli barang yang diinginkan.
  5. Memberikan Mereka Kebebasan
    Anda tidak perlu mencampuri keputusan anak-anak tentang apa yang mereka habiskan dengan menggunakan uang jajan tersebut. Selama mereka tidak menggunakan uang jajan yang diberikan untuk membeli sesuatu yang berbahaya dan tidak pantas untuk mereka, maka mereka bebas untuk menggunakan uang jajan tersebut. Cara seperti ini tidak hanya memberikan kebebasan kepada anak Anda dalam hal keuangan, tetapi juga bisa bermanfaat untuk menagajrkan mereka dalam membuat keputusan pembelian yang tepat.

Demikianlah penjelasan mengenai Alasan Penting Menagajarkan Anak Mengelola Keuangan Sejak Dini. Semoga ilmu dan pengetahuan yang kami sampaikan di atas bisa memberikan banyak manfaat dan inspirasi untuk Anda.

Lihat artikel lainnya:

Silahkan cek profil kami: https://sumberrizki.com/tentang-kami/
Yuk Hitung Deposito kamu sekarang: Klik Disini
List Jasa Keuangan kami: https://sumberrizki.com/pinjaman/
Silahkan cek Google Business kami: https://goo.gl/maps/Cqy22LBjjTKUh8sR6

5 Penyebab Utama Gagal dalam Bisnis Online

5 Penyebab Bisnis Online Jadi Stuck – Bisnis Online menjad salah satu tren yang menjamur hampir di semua kalangan masyarakat. Hal ni tentu menjadi pertanda positif karena berbisnis menjadi begitu mudah dilakukan. Tak heran jika pelaku bisnis online pun tidak hanya mereka yang profesional di dunia bisnis atau yang bermodal besar, tetapi juga bisa dilakukan oleh anak muda hingga ibu rumah tangga.

Segala kemudahan yang didapatkan dari bisnis secara online tentu tidak serta merta membuat bisnis pasti berjalan lancar. Layaknya bisnis offline, berbisnis dengan platform online juga memiliki segudang tantangan. Banyak pelaku bisnis online yang merasa bahwa bisnis yang mereka jalani stuck atau tidak berkembang. Apakah Anda juga mengalami hal tersebut?

Stucknya suatu bisnis adalah hal wajar, tetapi tentu bukan hal yang patut disepelekan. Oleh karena itu, perlu antisipasi dengan cara mengetahui apa saja faktor yang menyebabkannya. Berikut 5 Penyebab Bisnis Online jadi Stuck.

5 Faktor yang Membuat Bisnis Online Anda Stuck

  1. Kurang Inovasi
    Sudah sepatutnya setiap pelaku bisnis online berpikir dan bertindah dengan lebih kreatif dan inovatif. Di dunia digital seperti sekarang, perubahan dan kompetisi berjalan sangat cepat. Jika kita tidak bisa berinovasi, maka bersiaplah untuk ditinggalkan.
  2. Kurang Kuat Dalam Perencanaan
    Setiap pebisnis sewajarnya memiliki perencanaan jangka pendek/panjang. Hal inilah yang kerap kali dilupakan oleh pebisnis online karena merasa sudah begitu nyaman dan membuahkan hasil yang cukup. Padahal, kemudahan yang didapat tersebut bisa menjadi boomerang untuk bisnis itu sendiri.
  3. Strategi Marketing yang Tidak Tepat
    Terlihat sederhana, tetapi berbisnis online tetap membutuhkan strategi marketing yang tepat dan sesuai kebutuhan zaman. Anda bisa menggunakan Analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunites dan Threats). Analisa ini sangatlah penting agar bisa tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan produk.
  4. Jarang Update Produk
    Meskipun barang yang dijual sama, tetapi upayakan untuk tetap melakukan pembaharuan foto. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap traffic penjualan karena pembeli cenderung percaya terhadap produk yang baru diupload fotonya.
  5. Tidak Melakukan Pengembangan Usaha
    Untuk membuat bisnis online tidak stuck, diperlukan berbagai upaya pengembangan usaha. Bisa dengan kolaborasi dengan brand lain. Pengembangan usaha dengan kolaborasi bisnis bisa berdampak pada peningkatan level toko online yang Anda Kelola.

Itulah 5 penyebab bisnis online jadi stuck. Pada intinya stuck bisnis sering terjadi lantaran rasa cepat puas dengan apa yang sudah didapat. Padahal di era digital seperti sekarang, perkembangannya teknologi online sangat cepat. Adaptasi yang baik dengan perubahan menjadi kunci agar bisnis online yang dijalankan bisa terus berkembang.

Lihat artikel lainnya:

Silahkan cek profil kami: https://sumberrizki.com/tentang-kami/
Yuk Hitung Deposito kamu sekarang: Klik Disini
List Jasa Keuangan kami: https://sumberrizki.com/pinjaman/
Silahkan cek Google Business kami: https://goo.gl/maps/Cqy22LBjjTKUh8sR6

Apa Itu Bank Perkreditan Rakyat dan Apa Bedanya dengan Bank Umum?

Seperti yang diketahui bahwa industri perbankan Indonesia itu hanya mengenal dua jenis bank. Yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Jadi, apa yang membedakan diantara keduanya? Mari kita bahas.

Menurut Undang-undang tentang perbankan Nomor 10 Tahun 1998 (pasal 1), jelas dikatakan bahwa Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sedangkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Sebagai bank, BPR tetap memiliki fungsi utama untuk menjalankan fungsi intermediasi atau perantara keuangan. Yaitu mengumpulkan dana masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat. Baik dalam bentuk kredit atau dalam bentuk lainnya dengan tujuan mendorong kegatan usaha masyarakat. Terutama untuk disalurkan pada usaha retail dan kredit kecil.

Praktiknya, kegiatan BPR memang tak seluas kegiatan bank umum. Karena khittahnya, BPR itu memang ditujukan sebagai institusi keuangan mikro. Oleh karena itu, BPR juga identik sebagai bank yang melayani pengusaha mikro, kecil dan menengah yang lokasinya tak jauh dari jangkauan BPR.

Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, BPR tidak diperkenankan untuk menerima simpanan berupa giro, melakukan kegiatan usaha valuta asing, melakukan penyertaan modal dengan prinsip prudent banking, serta melakukan usaha perasuransian. Jadi, usaha yang dilakukan BPR itu adalah menghimpun dana dan menyalurkannya dengan tujuan memperoleh keuntungan melalui spread effect dan pendapatan bunga.

Lantas apa saja usaha-usaha yang bisa dilakukan BPR? BPR bisa menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan, tabungan dan deposito berjangka. Selain itu BPR juga bisa memberikan kredit serta menyediakan pembiayaan bagi nasabah dengan prinsip bagi hasil. Lalu jika BPR mengalami kelebihan likuiditas (over liquidity) maka BPR juga dimungkinkan menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito dan atau tabungan pada bank lain.

Jenis-Jenis BPR

Berdasarkan data dari Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), saat ini BPR-BPRS di Indonesia berjumlah 1.559 BPR-BPRS yang kepemilikannya 100% Indonesia. Nah, dari jumlah tersebut BPR dapat digolongkan dalam beberapa kategori. Jika berdasarkan kepemilikannya, maka BPR terbagi menjadi dua. Yaitu BPR yang dimiliki oleh Pemerintah (umumnya Pemerintah Daerah Tingkat II) dan BPR yang dimiliki oleh swasta. Sementara jika dilihat dari pengelolaannya, maka BPR terbagi menjadi dua, yaitu BPR konvensional (BPR) dan BPR Syariah (BPRS).

Sementara jika dilihat dari jenisnya, maka BPR dapat digolongkan menjadi tiga. Pertama adalah BPR Badan Kredit Desa (BKD). BKD adalah lembaga keuangan yang beroperasi di wilayah pedesaan. Namun pada tahun 1992, melalui Undang-undang Perbankan, BKD diberikan status sebagai BPR namun dengan karakteristi yang unik. Bank Desa dan Lumbung Desa adalah contoh dari jenis BPR Badan Kredit Desa.

Jenis Kedua adalah BPR Bukan Badan Kredit Desa. Conothnya adalah BPR eks LDKP (Lembaga Dana Kredit Pedesaan), Bank Pasar, BKPD (Bank Karya Produksi Desa) dan Bank Pegawai. Jenis ketiga adalah LDKP (Lembaga Dana dan Kredit Pedesaan). LDKP ini dapat berwujud perusahaan Daerah (PD), Koperasi, Perseroan Terbatas (PT), dan bentuk lainnya yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah.

Produk BPR

Sejatinya BPR memang hadir untuk melayani kebutuhan modal untuk masyarakat dengan prosedur kredit yang sederhana. Tak hanya urusan kredit, karena dalam pelayanannya BPR juga menyediakan fasilitas menabung yang dekat, aman dan mudah untuk masyarakat. Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat itu, BPR terus meningkatkan kemampuannya sejalan dengan modernisasi yang berjalan. Misalnya dengan menerapkan kemajuan teknologi dalam pelayannnya.

Dari sisi produk, yang ditawarkan BPR memang lebih terbatas daripada bank umum. Keterbatasan produk yang dirilis oleh BPR ini memang sudah mengikuti aman undang-undang perbankan. Adapun layanan produk yang diberikan oleh BPR kepada nasabahnya terdiri dari:

  1. Kredit
  2. Tabungan
  3. Deposito
  4. Sertifikat Bank Indoensia (SBI)

Layanan dasar perbankan itulah yang selama ini menjadi andalan BPR dalam beroperasi.

Kredit Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Salah satu produk andalan BPR adalah kredit atau pinjaman. Penawaran untuk produk kredit cukup beragam. Semua tergantung dari inovasi BPR masing-masing. Secara umum fasilitas kredit yang diberikan BPR adalah kredit usaha, kredit pemilikan rumah, kredit usaha kecil, kredit kepemilikan tanah dan kredit multiguna. Adapun syarat dari kredit BPR tidak jauh berbeda dengan persyaratan yang berlaku pada Bank Umum.

Diakui bahwa hadirnya BPR di Indonesia tak lepas dari adanya kebutuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di sisi lain, kebutuhan masyarakat pedesaan yang belum tersentuh bank umum membuat peluang usaha BPR terbuka lebar. Hadirnya BPR tentu saja menjadi angin segar sekaligus solusi positif bagi masyarakat pedesaan guna menghindari perangkap rentenir dalam memperoleh akses kredit usaha. Karena prinsipnya, BPR itu melayani kebutuhan modal dengan prosedur pemberian kredit yang relatif mudah dan cepat. Inilah yang menjadi salah satu keunggulan BPR dibanding bank umum.

Tabungan Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Mengenai tabungan, ada yang menarik jika Anda menabung di BPR. Karena nasabah tidak dikenakan biaya administrasi pada saat pembukaan maupun penutupan rekening. Biaya setoran awal pun terbilang ringan. Yaitu kisaran Rp 10.000 – Rp 100.000 dan yang tak kalah menariknya adalah nasabah dapat mengambil dananya kapan saja, kecuali untuk jenis tabungan berjangka. Soal bunga tabungan, biasanya KPR akan mematok angka di kisaran 2% – 6% per bulan. Berbeda dengan BPR Syariah, yang hanya mengenai sistem bagi hasil sekitar 75:25 atau jika dikonversi ke dalam bentuk bunga maka nilanya sekitar 5%.

Deposito Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Sementara untuk produk deposito yang ditawarkan oleh BPR relatif sama dengan yang ditawarkan bank umum. Misalnya bunga deposito BPR yang ditawarkan rata-rata berada di angka 6% per tahun. Adapun skema yang disediakan mulai dari 1, 3, 6 hingga 12 bulan. Ada satu hal menarik yang ditawarkan beberapa BPR terkait produk depositonya, yaitu adanya ketentuan bahwa nasabah dapat menarik dananya kapan saja tanpa ada penalti.

Perubahan Undang-Undang Perbankan

Selanjutnya pada tahun 1992 dikeluarkan Undang-undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan dan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 10 tahun 1998, sebagai landasan hukum yang jelas terhadap BPR untuk diakui sebagai salah satu jenis bank selain bank umum. Sejak saat itu di Indonesia hanya dikenal dua lembaga keuangan setara bank. Yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Lalu, lembaga keuangan bukan bank yang sebelumnya telah memperoleh izin usaha dari menteri keuangan dan lembaga-lembaga keuangan kecil seperti; bank desa, lumbung desa, bank pasar, bank pegawai, LPN, LPD, BKD, BKK, KURK, LPK, BKPD, dan lembaga lainnya dipersamakan dengan itu dapat diberikan status sebagai BPR dengan memenuhi persyaratan dan aturan yang ditetapkan untuk menjadi BPR dengan jangka waktu hingga 31 Oktober 1997.

Tahun 2004 eksistensi BPR kian kuat dengan adanya lembaga independen yaitu LPS (lembaga penjamin simpanan) yang berfungsi menjamin simpanan nasabah di bank yang beroperasi di wilayah hukum Indonesia, termasuk BPR. Dan sejak itu boleh dibilang tingkat keamanan dan kepercayaan masyarakat untuk menaruh dananya di BPR semakin tinggi.

Fungsi Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

  1. Memberi Pengetahuan Terhadap Masyarakat Luas Tentang Perbankan
    Saat ini, masih banyak sekali masyarakat yang awam mengenai fungsi dan juga tugas utama BPR. Terlebih lagi untuk mereka yang tinggal di desa, mereka masih ragu untuk menyimpan uangnya di bank. Sehingga, kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk menyimpannya di rmah saja. Oleh karena itu, salah satu fungsi dari BPR adalah memberikan edukasi mendasar pada masyarakat terkait sistem perbankan.
  2. Membuat Pemerataan Kesempatan untuk Membuka Usaha
    Di zaman yang serba digital seperti saat ini, banyak anak muda yang mempunyai ide binsnis yang unik dan seru. Ketika ide ini perlu diwujudkan, tentunya mereka memerlukan modal keuangan yang cukup. Oleh karena itulah BPR hadir. Terlebih lagi, berbagai ide bisnis yang unik ini tidak hanya berasal dari masyarakat perkotaan saja, tapi bisa juga pada remaja yang tinggal di pedesaan. Fungsi selanjutnya dari BPR ini adalah menciptakan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk membuka usaha.
  3. Mempercepat Pemabngunan di Desa
    BPR memang lebih banyak di bangun di desa. Untuk itu, fungsi lain dari BPR adalah membantu mempercepat pembangunan yang ada di dalam suatu desa. Sehingga, seluruh desa yang ada di Indonesia tidak lagi ketinggalan zaman karena kekurangan informasi terkait dunia usaha.

    Dalam hal ini, peran BPR adalah guna memberikan edukasi pada masyarakat terkait pola pembangunan nasional saat ini. Selain itu, mereka juga bertugas membuat suatu desa agar lebih maju dari yang sebelumnya. BPR akan memberikan dana pinjaman pada desa agar mereka bisa melakukan pembangunan desa lebih cepat.
  4. Menyediakan Layanan Perbankan
    Fungsi utama lainnya dari BPR adalah menyediakan pelayanan perbankan yang bisa digunakan oleh setiap warga pedesaan. Pelayanan perbankan yang disediakan oleh BPR ini bisa dibilang sangatlah membantu, terlebih lagi bila lokasi desa jaraknya sangatlah jauh dengan bank umum yang berada di pusat kota.

Perbedaan BPR dengan Bank UMUM

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) berbeda dengan Bank Umum dalam hal sebagai berikut:

  1. BPR tidak diperkenankan melakukan kegiatan dalam valuta asing (hanya mata uang rupiah)
  2. BPR tidak diperkenankan melayani jasa cek/giro (giralisasi)
  3. BPR hanya boleh beroperasi di dalam 1 (satu) provinsi.

Lihat artikel lainnya:

Silahkan cek profil kami: https://sumberrizki.com/tentang-kami/
Yuk Hitung Deposito kamu sekarang: Klik Disini
List Jasa Keuangan kami: https://sumberrizki.com/pinjaman/
Silahkan cek Google Business kami: https://goo.gl/maps/Cqy22LBjjTKUh8sR6

Kenapa UKM membutuhkan Pinjaman Usaha?

Kenapa UKM membutuhkan Pinjaman Usaha – Siapapun bisa aja memulai bisnis, terutama karena potensi internet yang bisa menjadi pasar yang cukup berpotensi dan menjacakup lebih banyak pelanggan potensial. Namun, membuka usaha bisnis pastilah membutuhkan modal.

Karena dengan adanya pinjaman usaha, mereka bisa tetap berjalan secara optimal. Meski Anda sejauh ini sudah berhasil memiliki bisnis yang tengah berjalan dengan modal sendiri, ada saat di mana Anda membutuhkan modal tambahan untuk konsisten mengembangkannya, terutama dengan adanya pinjaman modal usaha.

  1. Ekspansi Bisnis
    Bila Anda memiliki target untuk mengekspansi bisnis, maka modal usaha harus disiapkan untuk diinvestasikan pada segala keperluan ekspansi bisnis Anda. Konsisten mengembangkan dan mengekspansi bisnis dapat membantu memastikan agar keuntungan yang Anda dapatkan tidak mengerut.
  2. Menjaga Arus Kas
    Arus kas bisa bertahan sebagai sebuah masalah terutama ketika produk di inventaris Anda belum laku terjual sepenuhnya, sementara Anda harus mengikuti tren terkini menyoal produk terbaru, membayar gaji karyawan, tagihan listrik dan internet, dan biaya-biaya lain.
  3. Merawat dan Memperluas Peralatan/Perlengkapan
    Setiap bisnis membutuhkan peralatan untuk dapat berjalan dengan lebih optimal dan bisnis Anda pun demkian. Misalkan Anda membutuhkan peralatan baru atau menyewa Gudang baru karena inventaris semakin banyak.
  4. Persiapan
    Pinjaman modal usaha juga bisa menjadi “pegangan” untuk menyiapkan bisnis Anda terhadap perubahan tren, sebagai danadarurat bila sesuatu yang buruk terjadi, keperluan untuk mencoba model bisnis baru dan lain sebagainya.

    Alur bisnis, masalahnya, terkadang tidak bisa diprediksi, sehingga ketersediaan dana akan sangat membantu dengan hadirnya pinjaman modal usaha sebagai pegangan.

Nah, itu lah Kenapa UKM membutuhkan dana pinjaman. Dari berbaga aspek yang sudah dibahas ternyata pinjaman usaha cukup efektif untuk mengembangkan bisnis serta menjaga kestabilan arus kas.

Kospin Sumber Rizki Utama memiliki beragam macam pembiayaan. Membantu memajukan perekonomian Indonesia lewat perkembangan bisnis UMKM merupakan salah satunya.

Lihat artikel lainnya:

Silahkan cek profil kami: https://sumberrizki.com/tentang-kami/
Yuk Hitung Deposito kamu sekarang: Klik Disini
List Jasa Keuangan kami: https://sumberrizki.com/pinjaman/
Silahkan cek Google Business kami: https://goo.gl/maps/Cqy22LBjjTKUh8sR6

Tips Sukses Buka Warung Sembako di Rumah

Mengingat peluang kerja yang semakin sempit membuat beberapa orang lebih memilih untuk berwirausaha. Salah satu usaha yang cukup menjanjikan ialah membuka warung sembako atau kelontong. Meski kini sudah banyak swalayan, namun beberapa orang masih menganggap bahwa berbelanja di warung sembako dekat rumah justru lebih murah. Nah, kesempatan ini bisa Anda bisa manfaatkan sebagai peluang mencari keuntungan. Berikut tips buka warung sembako di depan rumah.

  1. Pertimbangkan Letak Warung
    Pilihlah sisi rumah yang paling strategis dan sering di lalui orang. Bisa di teras, garasi atau bahkan membangun ruang baru. Nantinya, tatalah barang yang dijual dengan baik dan rapi supaya ketika ada yang lewat mereka tertarik untuk mampir dan membeli.
  2. Persiapkan Perlengkapan Kebutuhan Warung
    Idealnya, Anda hanya perlu menyiapkan peralatan seperti etalase, meja, rak dan kalkulator untuk membuka warung di depan rumah. Carilah peralatan tersebut di pasar yang harganya lebih miring.
  3. Cari Tempat Stok Jualan
    Pastikan Anda sudah mempunyai target tempat untuk menjaga stok jualan Anda. Cari toko supplier yang menjual bahan sembako secara grosir. Jika membeli banyak, harga semakin murah, dengan begini keuntungan yang akan didapatkan juga semakin besar.
  4. Survey Harga Jual Pasaran
    Untuk menentukan harga jual yang tidak terlalu mahal tapi tetap untung, Anda bisa pura-pura datang dan membeli di warung lain. Anda bisa mematok harga yang tidak terlalu mahal, cara ini dilakukan agar para pelanggan berdatangan untuk membeli.
  5. Lebih Lengkap Isi Produk, Lebih Baik
    Usahakan untuk menjual kebutuhan pokok yang memang sering dicari pembeli. Nah, kalau sekiranya warung sudah mulai ramai, Anda bisa pelan-pelan melengkapi produk jualan Anda. Kelengkapan produk akan membuat pembeli senang berbelanja di warung Anda.

Nah itu adalah beberapa tips Buka Warung Sembako di Rumah untuk Sobat Kiki, Apakah Sobat Kiki siap untuk membangun bisnis Anda sendiri?

Lihat artikel lainnya:

Silahkan cek profil kami: https://sumberrizki.com/tentang-kami/
Yuk Hitung Deposito kamu sekarang: Klik Disini
List Jasa Keuangan kami: https://sumberrizki.com/pinjaman/
Silahkan cek Google Business kami: https://goo.gl/maps/Cqy22LBjjTKUh8sR6

5 Ide Sukses Usaha Saat Ramadan Untuk Menambah Penghasilan

5 ide usaha ramadan

Bulan Ramadan tidak hanya soal memperbanyak pahala. Anda juga bisa memperbanyak keuntungan dengan membuka usaha rumahan di saat puasa. Anda pasti ingin mendapatkan keuntungan yang banyak di bulan Ramadan sebagai persiapan untuk merayakan hari raya Idul Fitri nanti, kan?

Ada banyak peluang usaha yang bisa Anda lakukan selama bulan Ramadan. Kira-kira apa saja usaha yang bisa Anda kembangkan di saat bulan puasa? Simak tips 5 ide usaha ramadan berikut ini.

  1. Jual Takjil
    Usaha yang satu ini tentu sangat menguntungkan bagi Anda selama bulan puasa. Pasalnya, orang-orang tentu akan ramai mencari takjil saat menjelang waktu buka puasa. Anda bisa menjual takjil dengan berbagai macam varian seperti gorengan, jajanan pasar, kolak dll.
  2. Jualan Parsel Lebaran
    Usaha lain yang bisa Anda lakukan adalah menjual parsel lebaran. Orang-orang biasanya akan memberikan sebuah parsel kepada orang terdekatnya. Jika Anda pintar merangkai parsel, maka tidak ada salahnya untuk mencoba usaha berjualan parsel saat bulan puasa.
  3. Jualan Pakaian Muslim
    Seperti yang diketahui, kebanyakan orang akan mempersiapkan diri sebaik mungkin menjelang hari raya Idul Fitri dengan membeli pakaian baru seperti baju koko, sarung dll. Dengan demikian, Anda bisa mempersiapkan modal untuk membeli stok dan dijual kembali untuk mendapatkan keuntungan.
  4. Jualan Kurma
    Kurma selalu identic dengan buah yang dimakan saat berbuka puasa. Hal ini tentu membuat Anda memiliki peluang usaha bisnis untuk berjualan kurma di bulan puasa. Rasa yang manis membuat kurma sering kali dijadikan sebagai takjil.
  5.  Usaha Katering Sahur dan Buka Puasa
    Bagi orang-orang yang cukup sibuk tidak akan sempat mempersiapkan menu sahur ataupun buka puasa. Dengan demikian, Anda bisa memanfaatkan membuka bisnis jasa katering untuk menu sahur dan buka puasa.

Itulah 5 ide usaha Ramadan untuk menambah penghasilan yang bisa Anda coba. Syukur-syukur usaha yang Anda rintis pada bulan Ramadan ini bisa terus berlanjut sampai setelah Ramadan. Yang paling penting, usaha yang Anda lakukan saat bulan puasa jangan sampai membuat ibadah menjadi terganggu tapi tetap mengutamakan ibadah.

Lihat artikel lainnya:

https://sumberrizki.com/2021/04/tips-mengembangkan-bisnis-jadi-laris-manis/

Silahkan cek profil kami: https://sumberrizki.com/tentang-kami/
Yuk Hitung Deposito kamu sekarang: Klik Disini
List Jasa Keuangan kami: https://sumberrizki.com/pinjaman/
Silahkan cek Google Business kami: https://goo.gl/maps/Cqy22LBjjTKUh8sR6

Rahasia Sukses Mengembangkan Bisnis Jadi Laris Manis

Mengembangkan bisnis atau usaha bukanlah pekerjaan mudah. Diperlukan strategi yang tepat agar bisnis yang dijalankan berhasil mencapai target dan memberikan keuntungan yang pesat. Ada banyak cara yang bisa dilakukan agar usaha semakin berkembang, lebih maju dan sukses di era digitalisasi saat ini. Bagi pelaku UMKM, pedagang online, pemilik kedai kopi atau pebisnis lainnya, mengelola bisnis tahun ini masih penuh dengan tantangan karena pandemi yang belum usai.

Namun, Anda jangan mudah menyerah, apalagi berputus asa. Tetaplah semangat, yakinlah usaha Anda bisa sukses. Buatlah rencana besar dan makin untung di tahun 2021. Mengenai strategi bisnis, ada tiga hal yang dapat dijadikan fokus utama dalam mengembangkan bisnis. Apa saja strateginya? Simak tips lengkapnya berikut ini:

  1. Terus Lakukan Inovasi dan Tingkatkan Kualitas Produk
    Supaya bisnis semakin maju, kuncinya adalah jangan malas untuk berinovasi. Bentuk inovasi bisnis pun beragam. Contohnya, inovasi produk, menambah sistem layanan pembayaran digital dan bergabung dengan e-commerce atau marketplace besar dan lain sebagainya.
  2. Pemasaran Digital dan Sosial Media
    Pelajari dan terapkan ilmu digital marketing untuk meingkatkan konsumen dan penjualan. Misalnya, ketahui cara membuat website, cara memasang iklan online dll. Selain itu, bangun juga positif sosial branding bisnis di media sosial. Lakukan hal ini secara konsisten dan amati hasilnya.
  3. Perkuat Modal Usaha Agar Mampu Bertahan dan Berkembang
    Lakukan evaluasi keuangan secara berkala. Jika modal usaha Anda saat ini tergolong pas-pasan, Anda perlu melakukan strategi untuk memperkuat modal. Ada solusi keuangan solutif untuk memperkuat modal usaha Anda yaitu dengan Pinjaman Multiguna di Kospin Sumber Rizki Utama.

Apapun kondisi usaha Anda saat ini, tetaplah bersemangat. Yakinlah bahwa bisnis Anda bisa berkembang pesar dan praktikkan tiga strategi bisnis di atas. Sebagai langkah awal, lakukan review sederhana untuk menemukan kendala bisnis yang Anda jalankan selama ini.

Lihat artikel lainnya:

Silahkan cek profil kami: https://sumberrizki.com/tentang-kami/
Yuk Hitung Deposito kamu sekarang: Klik Disini
List Jasa Keuangan kami: https://sumberrizki.com/pinjaman/
Silahkan cek Google Business kami: https://goo.gl/maps/Cqy22LBjjTKUh8sR6

Pahami Ini Sebelum Mulai Berinvestasi

Investasi merupakan salah satu aktivitas keuangan yang penting. Terutama bagi seseorang yang ingin mengamankan atau melipatgandakan kekayaan. Dari setiap uang yang diinvestasikan, biasanya akan memperoleh imbal hasil. Imbal hasil dalam investasi tidak menentu. Tergantung kinerja dan kondisi pasar. Imbal hasil selalu berbanding lurus dengan risikonya. Kalau mau investasi imbal hasil besar, maka risikonya pasti tinggi. Pun sebaliknya.

Investasi yang salah tidak selalu karena pengelolaan yang kurang baik. Bisa juga lantaran salah memilih instrumen investasinya. Sejatinya instrumen investasi ada banyak jenis, seperti saham, emas, deposito, reksadana dll. Saking banyaknya pilihan, kerap membuat investor gegabah dalam menentukannya. Memilih instrumen yang tidak dikenal atau tidak dikuasainya. Jadi seperti beli kucing dalam karung. Alih-alih ingin mendapat untung, justru buntung.

Maka dari itu, penting untuk mencari tahu terlebih dahulu tentang instrumen investasi yang sudah Anda bidik. Saham misalnya, kenali saham yang akan Anda beli. Jangan beli yang tidak Anda kenali untuk meminimalisir kerugian. Pahami sebelum mulai berinvestasi.

  1. Kenali Kebutuhan Investasi Anda
    Beda kebutuhan, beda pula jumlah yang harus diinvestasikan untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan mengetahui kebutuhan itu, Anda dapat mengalokasikan uang di tempat yang tepat sehingga manfaat investasi dapat lebih maksimal.
  2. Perhatikan Potensi Inflasi
    Kondisi ekonomi selalu berubah. Investasi bukan hanya dipengaruhi faktor internal, tetapi juga faktor eksternal. Hal ini akan berdampak pada imbal hasil investasi meskipun biasanya imbal hasil investasi mengalahkan inflasi. Kecuali bunga tabungan bank.
  3. Jangan Berinvestasi pada Uang Tunai
    Terlalu banyak menyimpan uang tunai justru berisiko habis digerus inflasi. Lebih baik, tempatkan uang pada instrument, seperti properti yang harganya selalu naik setiap tahun. Bisa menjadi aset aktif bila disewakan.
  4. Pilih Investasi Jangka Panjang
    Hindarilah yang namanya investasi jangka pendek, Alasannya karena keuntungannya tidak maksimal. Jika investasi dibiarkan dalam jangka panjang, keuntungannya bisa ratusan sampai ribuan persen. Jadi, investasi jangka panjang sangat disarankan untuk mempersiapkan keuangan di masa depan.
  5. Jangan Fokus Pada Satu Jenis Investasi Saja
    Salah besar kalau selama ini Anda hanya mengandalkan satu instrument investasi saja. Anda perlu melakukan diversifikasi produk yang berguna untuk subsisi silang. Tujuannya adalah jikalau harga saham sedang anjlok, Anda tetap mendapatkan keuntungan dari investasi lain.

Nah itu dia point penting untuk Anda pahami sebelum mulai berinvestasi. Semoga bermanfaat.

Silahkan cek profil kami: https://sumberrizki.com/tentang-kami/
Yuk Hitung Deposito kamu sekarang: Klik Disini
List Jasa Keuangan kami: https://sumberrizki.com/pinjaman/
Silahkan cek Google Business kami: https://goo.gl/maps/Cqy22LBjjTKUh8sR6