Rahasia Sukses Mengembangkan Bisnis Jadi Laris Manis

Mengembangkan bisnis atau usaha bukanlah pekerjaan mudah. Diperlukan strategi yang tepat agar bisnis yang dijalankan berhasil mencapai target dan memberikan keuntungan yang pesat. Ada banyak cara yang bisa dilakukan agar usaha semakin berkembang, lebih maju dan sukses di era digitalisasi saat ini. Bagi pelaku UMKM, pedagang online, pemilik kedai kopi atau pebisnis lainnya, mengelola bisnis tahun ini masih penuh dengan tantangan karena pandemi yang belum usai.

Namun, Anda jangan mudah menyerah, apalagi berputus asa. Tetaplah semangat, yakinlah usaha Anda bisa sukses. Buatlah rencana besar dan makin untung di tahun 2021. Mengenai strategi bisnis, ada tiga hal yang dapat dijadikan fokus utama dalam mengembangkan bisnis. Apa saja strateginya? Simak tips lengkapnya berikut ini:

  1. Terus Lakukan Inovasi dan Tingkatkan Kualitas Produk
    Supaya bisnis semakin maju, kuncinya adalah jangan malas untuk berinovasi. Bentuk inovasi bisnis pun beragam. Contohnya, inovasi produk, menambah sistem layanan pembayaran digital dan bergabung dengan e-commerce atau marketplace besar dan lain sebagainya.
  2. Pemasaran Digital dan Sosial Media
    Pelajari dan terapkan ilmu digital marketing untuk meingkatkan konsumen dan penjualan. Misalnya, ketahui cara membuat website, cara memasang iklan online dll. Selain itu, bangun juga positif sosial branding bisnis di media sosial. Lakukan hal ini secara konsisten dan amati hasilnya.
  3. Perkuat Modal Usaha Agar Mampu Bertahan dan Berkembang
    Lakukan evaluasi keuangan secara berkala. Jika modal usaha Anda saat ini tergolong pas-pasan, Anda perlu melakukan strategi untuk memperkuat modal. Ada solusi keuangan solutif untuk memperkuat modal usaha Anda yaitu dengan Pinjaman Multiguna di Kospin Sumber Rizki Utama.

Apapun kondisi usaha Anda saat ini, tetaplah bersemangat. Yakinlah bahwa bisnis Anda bisa berkembang pesar dan praktikkan tiga strategi bisnis di atas. Sebagai langkah awal, lakukan review sederhana untuk menemukan kendala bisnis yang Anda jalankan selama ini.

Lihat artikel lainnya:

Silahkan cek profil kami: https://sumberrizki.com/tentang-kami/
Yuk Hitung Deposito kamu sekarang: Klik Disini
List Jasa Keuangan kami: https://sumberrizki.com/pinjaman/
Silahkan cek Google Business kami: https://goo.gl/maps/Cqy22LBjjTKUh8sR6

4 Peluang Bisnis Rumahan Paling Menjanjikan

uang tambahan

Hasilkan Uang Tambahan dari Rumah untuk Ibu Rumah Tangga

Menjadi Ibu Rumah Tangga bukan artinya tidak bisa menghasilkan pendapatan. Dengan melakukan beberapa peluang bisnis ini, seorang Ibu Rumah Tangga pun bisa menghasilkan uang tambahan layaknya bekerja. Wanita seringkali dihadapkan oleh dilema apakah harus bekerja sebagai wanita karir atau menjadi ibu rumah tangga purna waktu. Berikut ini merupakan ide bisnis rumahan yang bisa dilakukan tanpa harus menuju ke kantor.

  1. Bisnis Online
    Bisnis ini cara paling mudah dan paling cepat mendatangkan keuntungan baik itu sebagai produsen maupun dropshipper, asalkan jeli menangkap peluang. Modalnya hanya gadget, waktu luang dan kesabaran.
  2. Bisnis Catering
    Ibu Rumah Tangga yang terampil memasak bisa menyulap kemampuan ini menjadi pundi-pundi rupiah. Bisnis catering masakan atau kue-kue kecil yang Anda jalankan bisa berdasarkan jika hanya ada orderan saja jika ingin waktu bersama keluarga tetap jadi prioritas. Tapi kalau benar-benar ingin serius, menjalankannya dari rumah dengan mempekerjakan orang lain membuatmu tetap bisa mengurus keluarga di saat bersamaan.
  3. Menjadi Guru Les
    Bagi Anda Ibu-ibu yang mengantongi ijazah Sarjana Pendidikan, jangan sia-siakan keahlian Anda ini. Anda bisa menambah penghasilan keluarga dengan menjadi guru les sesuai dengan keahlian masing-masing. Selain menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar di rumah, Anda juga bisa bergabung dengan lembaga bimbingan belajar. Jam mengajar satu sampai tiga jam membuat Anda mudah membagi waktu dengan kewajiban sebagai Ibu Rumah Tangga.
  4. Penulis
    Menjadi freelancer penulis cukup menguntungkan dan tentu saja jadwal kerja bisa disesuaikan. Misalnya disaat anak sekolah atau suami di kantor. Intinya, menjadi Ibu Rumah Tangga bukan alasan untuk tidak bisa berkarya.

Itulah peluang bisnis yang bisa dilakukan oleh para Ibu Rumah Tangga yang ingin menghasilkan uang tambahan dari rumah. Simak artikel lainnya di website www.sumberrizki.com.

Lihat artikel lainnya:

Lihat juga:

Silahkan cek profil kami: https://sumberrizki.com/tentang-kami/
Yuk Hitung Deposito kamu sekarang: Klik Disini
List Jasa Keuangan kami: https://sumberrizki.com/pinjaman/
Silahkan cek Google Business kami: https://goo.gl/maps/Cqy22LBjjTKUh8sR6

Bisnis Bertahan Di Tengah Pandemi? Simak 5 Tips Jitu dan Strateginya

Strategi Bisnis Di Tengah Pandemi

Sahabat Sukses, Pandemi Covid-19 mengakibatkan perputaran uang menjadi lambat, sehingga para pebisnis harus berusaha keras untuk bertahan agar bisnisnya terus hidup. Lalu, bagaimana caranya bisnis kita dapat bertahan hidup? Yuk kita simak Tips Jitu dan Strategi Bisnis berikut ini:

  1. Peraturan Baru dan Rencana Baru
        Nah, Sahabat Sukses, Anda harus mengubah cara berpikir atau strategi yang mungkin tahun lalu sangat berhasil namun saat ini sudah tidak bisa dipakai kembali karena ada perubahan yang terjadi secara signifikan.Contoh: Jika Sahabat memiliki bisnis cafe atau restoran tahun lalu atau akhir tahun lalu maka strategi yang dilakukan adalah mengundang influencer, punya satu spot yang instagramable atau foto foto yang menarik di posting di media social.
    Namun, saat ini cara seperti ini tidak bisa di lakukan lagi karena dorongan untuk melakukan kegiatan dan aktifitas  yang harus dilakukan dari dalam rumah, untuk itu  perlu dibuat rencana baru atau aturan main yang baru dengan mengandalkan ilmu-ilmu yang sahabat sudah dapatkan ditahun lalu kemudian harus diubah di masa ini. Jadi sahabat bisa memikirkan peraturan apa yang berubah dan pikirkan rencana baru apa yang cocok. Perlu di perhatikan setiap perubahan dari rencana yang sahabat buat harus dievaluasi secepatnya agar sahabat bisa belajar dengan cepat mengenai situasi yang harus dihadapi dimasa ini. Jika tidak berhasil kita bisa pindah ke rencana berikutnya. Jika berhasil tentunya sahabat sukses bisa menggabungkan keduanya.
  2. Ubah Strategi Marketing Outbound Anda menjadi Inbound Marketing
    Ubah semua strategi outbound  menjadi strategi inbound marketing Apabila selama ini sahabat sukses terbiasa melakukan promosi dan penjualan secara konvensional di tempat keramaian, maka sudah saatnya untuk sahabat beralih ke online marketing untuk memasarkan produk, seperti Google Ads, Facebook, Instagram, dan lain-lain. Percaya atau tidak, di saat-saat seperti ini, melakukan digital marketing akan jauh lebih menguntungkan loh. Selain dapat mempromosikan produk, cara ini juga dapat membuat cakupan bisnis sahabat menjadi lebih luas.

    Baca Juga: http://kliniksukses.com/teknik-belajar-internet-marketing-gratis-bagi-pemula-detail-422096.html
    Baca Juga: http://kliniksukses.com/bisnis-adalah-soal-proses-dan-strategi-detail-420425
  3. Strategi Pemasaran yang Kreatif
    Buatlah strategi pemasaran yang kreatif. Memang tidak mengarahkan kepada proses pembelian secara langsung ya sahabat, namun iklan yang diingat oleh konsumen pada masa krisis akan membuat bisnis tetap kuat dan lebih cepat pulih, bahkan setelah masa pandemi ini berakhir. Contohnya : Jika sahabat sukses adalah pengusaha warung kopi, jangan khawatir jika warung kopi sahabat tidak bisa menerima tamu dine in selama pandemi. Sahabat sukses bisa mencoba diversifikasi bisnis dengan memproduksi kopi seliter loh. Coba bayangkan Banyaknya orang bekerja dari rumah bisa menjadi peluang untuk sahabat membuat kopi seliter, ini bisa menjadi ide kreatif loh sahabat, karna akan banyak di minati sebagai stok bekerja di rumah.
  4. Pastikan Keamanan Produk Diperlihatkan Saat Promosi Penjualan
        Sahabat Sukses, dimasa ini kita perlu memberi perhatian lebih terhadap segala promosi ataupun penjualan yang akan ditawarkan. Hindari segala kesan negatif yang dapat merusak brand bisnis, Sahabat. Contohnya Sahabat Sukses bisa membuat video atau bukti kepada pelanggan bagaimana keamanan dan jaminan produk telah dilakukan. Hal ini akan membantu mereka semakin percaya bahwa Sahabat memang meminimalkan dan memperhatikan segala resiko penularan Virus Covid-19.
  5. Tunjukan Kepedulian
        Terakhir, tunjukkan kepekaan Sahabat dalam merespon pandemi ini. Jaga komunikasi yang baik dengan pelanggan. Hati-hati dalam mempromosikan produk atau jasa. Jangan sampai brand yang Sahabat buat terkesan seperti memanfaakan situasi untuk membicarakan diri sendiri dan mencari keuntungan. Hal ini akan memberikan citra yang buruk terhadap bisnis Sahabat loh. Jika Sahabat Sukses ragu, cukup berikan pesan bahwa Sahabat peduli terhadap orang-orang yang terkena dampak Covid-19. Pesan ini bisa Sahabat Sukses sampaikan lewat sarana komunikasi yang biasa digunakan, seperti email atau media sosial lainnya. hal yang bisa Sahabat lakukan untuk menunjukkan kepedulian adalah dengan mengambil tindakan yang berfokus pada kepentingan publik. Contohnya, membagikan fakta-fakta mengenai cara mencegah Virus Corona.

Lihat Artikel Lainnya:

Lihat juga:

Silahkan cek profil kami: https://sumberrizki.com/tentang-kami/
Yuk Hitung Deposito kamu sekarang: https://sumberrizki.com/simadeb-2/
List Jasa Keuangan kami: https://sumberrizki.com/pinjaman/
Silahkan cek Google Business kami: https://goo.gl/maps/Cqy22LBjjTKUh8sR6

Bisnis Anda Sedang Turun? Simak 5 Penyakit Berbahaya Dalam Team yang Bisa Menghancurkan Bisnis Anda

Penyakit Berbahaya Bagi Bisnis

Ada satu quotes yang menarik kenapa team ini penting, kalau Anda ingin menang Anda butuh talenta. Tapi kalau Anda ingin memenangkan sebuah kompetisi, sebuah turnamen Anda butuh team yang kuat. Talenta bisa meningkatkan omset tapi untuk membuat target tercapai Anda butuh teamwork. Nah, Sobat Kiki perlu memperhatikan penyakit berbahaya bagi bisnis Anda:

  1. Kehilangan Kepercayaan
    Ada sebuah pernyataan yang cukup menarik,dimana Steven Covey menuliskan tentang The Speed of Trust. Beliau mengatakan bahwa karyawan yang tidak produktif salah satu problem terbesarnya adalah tidak percaya pada management, tidak percaya pada leadernya. Jadi ini adalah tanda yng pertama. The Absence of Trust, kehilangan rasa percaya. Jadi, kalau begitu seperti apa tandanya? Yaitu selalu menyampaikan kabar buruk tidak mau kelihatan jelek selalu menutup-nutupi masalah dan akhirnya membuat masalah itu menjadi besar, pada saat sudah membesar sudah serius baru ketahuan. Itu adalah ciri yang pertama.
  2. Selalu Mengindari Konflik
    Ciri yang kedua menjadi masalah dalam team adalah ketika terjadi yang disebut konflik dan konflik itu selalu dihindari. Ketika orang mulai menghindari konflik, berarti kita sedang mencari yang disebut keharmonisan palsu. Jadi harmonisnya palsu, ingin mencari keharmonisan tapi ini keharmonisan yang palsu. Kenapa? karena takut terjadi benturan takut telalu terjadi konflik yang tidak diinginkan. Jadi, konflik adalah hal yang baik. Tetapi menghindari konflik akan menjadi masalah, contoh ya.. ada atasan tidak berani menegur anak buah itu berarti sudah dysfunction. Misalnya contoh lain, saya tidak mau komunikasi dengan departement lain karena malas ngomong, malas konflik, malas debat saya malas beragumen sama dia udahlah dia maunya apa yang ngikutin aja. Itu sudah dysfunction.
  3. Tidak Ada Komitmen
    Dysfunction yang ketiga adalah ketika diberi tanggung jawab, orang itu malah menghindar. Jadi misal contohnya tidak mau ada komitmen. Maunya udah deh Anda aja yang ngerjain deh saya nonton aja, kalau ada pekerjaan baru ada tugas baru tidak mau ada komitmen yang lebih serius, saya mau begini-begini aja saya nggak mau terlalu terlibat banyak deh di perusahaan udah Anda aja deh, saya nggak enak. Terlalu banyak orang yang menghindari dari komitmen juga dysfunction ini adalah sudah yang ketiga.
  4. Tidak Ada Tanggung Jawab
    Dysfunction yang keempat adalah ketika orang tidak mau atau tidak bisa diminta pertanggung jawaban. Lack of accountibility. Lack of accountibility adalah orang yang menghindari tanggung jawab, dengan cara cari alasan kemudian menciptakan skenario untuk bisa mengatakan ini bukan salah saya. Menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan, menyalahkan situasi akhirnya tidak ada accountibility tidak bisa dipertanggung jawabkan ini yang keempat.
  5. Tidak Memperhatikan Hasil
    Ada insentif tidak berprestasi, tidak ada insentif tidak berprestasi. Dikasih hukuman tidak takut, dikasih ancaman tidak takut. Jadi tidak takut dengan konsekuensi karena mereka tidak perhatian dengan hasil. Teman-teman jika hal-hal ini sedang terjadi berarti mengalami yang namanya dysfunction team.

Source: https://tommcifle.com/5-penyakit-berbahaya-dalam-team/

Baca artikel lainnya:

Lihat juga:

Silahkan cek profil kami: https://sumberrizki.com/tentang-kami/
Yuk Hitung Deposito kamu sekarang: https://sumberrizki.com/simadeb-2/
List Jasa Keuangan kami: https://sumberrizki.com/pinjaman/
Silahkan cek Google Business kami: https://goo.gl/maps/Cqy22LBjjTKUh8sR6

Ingin berbisnis? Simak 5 Niat Bisnis Ini!

Niat Bisnis

Apa niat anda saat ingin memulai Bisnis? Sebuah niat bisnis digunakan sebagai prinsip dalam bisnis dan juga alat untuk mengambil keputusan bisnis Anda. Sudahkah Anda memeriksa niat bisnis anda? Simak pembahasan artikel ini tentang niat berbisnis.

  1. Saluran Berkat
    Niatkan untuk membuat bisnis yang bisa menjadi penyalur berkat ini mengalir lewat bisnis Anda untuk orang banyak. Orang yang merasa cukup jauh lebih kaya daripada orang yang merasa punya banyak uang tapi selalu merasa kekurangan.
  2. Memberi Manfaat Kepada Orang Lain
    Niatkan Untuk Memberi Manfaat Bukan Mengambil Hak Orang Lain Karena apapun yang Anda ambil dan harus membayarkannya kembali. Apapun yang Anda lakukan Anda pasti akan bertanggung jawab. Apapun yang Anda tabur pasti akan Anda tuai.
  3. Tuntaskan Pekerjaan
    Niat Untuk Menuntaskan Pekerjaan Sebelum Anda menikmati hasil jerih payah Anda sendiri. Haram hukumnya menikmati uang yang bukan hak kita. Apa bedanya nikmat jika Anda bisa menikmati hasil jerih payah Anda sendiri tanpa beban, rasa indahnya sangat luar biasa.
  4. Melayani Bukan Dilayani
    Niatkan Untuk Melayani Bukan Dilayani Semakin banyak orang yang Anda layani semakin banyak orang yang Anda sentuh hatinya, semakin besar pahala Anda dalam berbisnis. Karena orang yang baik hatinya akan mendapatkan tempat terbaik. Orang yang selalu merendahkan hatinya akan selalu mendapatkan tempat terhormat di hati masyarakat.
  5. Bersyukur
    Selalu Bersyukur Dengan Apapun yang Anda Raih. Bersyukur bukan berarti anda tidak bekerja lalu menerima hasil apa adanya. dengan seluruh waktu yang Anda miliki, dengan seluruh pikiran yang anda miliki. Setelah itu Anda lakukan, apapun hasilnya syukuri karena Anda sudah lakukan yang terbaik.

Sudah periksa niat Anda? Silahkan komentar di bawah untuk sharing. Apa sebenarnya niat Anda untuk memulai berbisnis?

Lihat Artikel Lainnya:

https://sumberrizki.com/2020/10/8-alasan-gagal-bisni/

Lihat juga:

Silahkan cek profil kami: https://sumberrizki.com/tentang-kami/
Yuk Hitung Deposito kamu sekarang: https://sumberrizki.com/simadeb-2/
List Jasa Keuangan kami: https://sumberrizki.com/pinjaman/
Silahkan cek Google Business kami: https://goo.gl/maps/Cqy22LBjjTKUh8sR6

Gagal Bisnis? 8 alasan ini penyebabnya!

Gagal Bisnis

8 Alasan Bisnis Gagal – Kegagalan berbisnis adalah suatu hal yang paling dihindari oleh para pengusaha. Kebanyakan dari pebisnis gagal di 5 tahun pertama. Tentunya fakta ini menunjukan bahwa menjalankan roda bisnis tidak lah mudah. Ada banyak faktor yang membuat sebuah bisnis bangkrut atau gagal. Namun dari banyaknya faktor-faktor penyebab kegagalan tersebut, faktor internal lah yang paling banyak memberi kontribusi kegagalan suatu bisnis. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui apa saja faktor penyebab kegagalan agar anda dapat mengantisipasinya. Berikut adalah 8 alasan utama penyebab kegagalan berbisnis.

  1. Tidak Ada Perencanaan
    Berkali-kali ikut seminar bisnis atau membaca profil pengusaha sukses sering memdorong kita ikut memulai bisnis sendiri. Tak ada yang salah dengan semangat tersebut. Tapi menjalankan bisnis hanya bermodal semangat, salah-salah akan berujung pada kebangkrutan. Untuk menghindari kebangkrutan, selalu dampingi semangat menggebu tersebut dengan perencanaan matang. Tentukan dulu visi, misi dan tujuan bisnis yang akan Anda geluti. Termasuk menggali informasi lebih banyak tentang seluk beluk bisnis tersebut, bagaimana dan di mana membeli bahan bakunya, siapa saja yang akan menjadi konsumen, serta di mana dan bagaimana memasarkannya. Intinya, bila ingin usaha bertahan jangan memulai usaha sebelum Anda melakukan survei pasar.
  2. Tidak Melakukan Riset Pasar
    Ibarat kita akan berperang, kita harus mencari tahu tentang kondisi medan agar kita dapat mempersiapkan segala sesuatunya untuk dapat meraih kemenangan. Begitu pula ketika menjalankan sebuah bisnis. Mencari tahu kondisi pasar atau melakukan riset pasar adalah salah satu persiapan yang wajib dilakukan oleh pengusaha. Dengan melakukan riset pasar kita akan tahu tentang bagaimana keberterimaan produk di pasaran atau bagaimana respon masyarakat tentang produk anda. Anda tidak mau kan menjual produk gagal? Oleh karena itu, lakukan lah riset pasar. Riset pasar bisa dilakukan dengan memantau perkembangan masyarakat melalui berita di media-media atau meminta ahli riset pasar untuk melakukannya.
  3. Pemasaran yang Lemah
    Di awal usaha, Anda akan tergoda untuk memproduksi sebanyak-banyaknya produk agar segera mencicip keuntungan berlipat. Tidak jadi salah jika memang dilakukan, namun Anda harus juga tahu bagaimana cara memasarkan produk tersebut. Jelilah memanfaatkan setiap kesempatan untuk mempromosikan produk Anda. Tak perlu bernafsu memasang iklan di media massa bila modal Anda tak mencukupi. Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mempromosikan produk pada calon konsumen, seperti melalui media sosial atau mailing list. Tapi ingat, jangan melupakan etika dalam memasarkan. Karena jika salah Anda berpromosi, bukannya mendapatkan pembeli, promo produk Anda bisa dianggap spam dan anda bisa terjerumus dalam gagal bisnis.
  4. Manajemen yang Buruk
    Bukan berarti kita harus memiliki latar belakang manajemen atau akuntansi untuk menjadi pebisnis sukses. Kita bisa belajar membuat arsip dan catatan yang baik setiap transaksi yang terjadi. Tak ada salahnya juga bila Anda membuat catatan rinci seputar tahapan apa saja yang sudah dilakukan. Dengan pencatatan yang baik, kita bisa mengevaluasi, apakah bisnis yang sudah berjalan semakin dekat dengan keuntungan berlipat atau justru ancaman jurang kebangkrutan.
  5. Rendahnya Pengetahuan Tentang Pengelolaan Keuangan
    Salah satu inti dari mengelola sebuah bisnis adalah mengelola keuangan perusahaan agar roda bisnis dapat terus berjalan dan tidak gagal bisnis. Pencatatan dan pembukuan setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan hingga melahirkan laporan keuangan perusahaan adalah usaha pengelolaan keuangan. Dengan mengetahui laporan seorang pengusaha dapat mengambil keputusan yang tepat untuk mengelola keuangan dan menjalankan roda bisnisnya. Namun jika seorang pengusaha tidak memiliki pemahaman tentang ini, ibarat balapan mobil tidak isi bensin. Oleh karena itu, pengusaha harus memiliki setidaknya pengetahuan dasar tentang mengelola keuangan. Belajar dari internet secara otodidak atau dari praktisi akuntan jika mampu.
  6. Pegawai Tak Terkendali
    Tak salah memang bila membayangkan bisnis yang akan Anda geluti mempekerjakan banyak pegawai. Tapi apakah Anda betul-betul membutuhkan pegawai di saat bisnis baru berjalan? Banyak pengusaha sukses yang memulai usahanya dengan menjalankan sendiri bisnisnya. Mereka baru merekrut pegawai ketika bisnis sudah berkembang. Jangan buru-buru merekrut pegawai bila belum membutuhkannya. Sebaiknya, rekrut pegawai hanya ketika bisnis sudah berkembang pesat dan Anda sudah merumuskan job description bagi calon pegawai Anda. Tak perlu dalam jumlah banyak, cukup rekrut sesuai yang Anda butuhkan. Pastikan juga bahwa orang yang direkrut memenuhi kriteria.
  7. Tidak Dapat Merespon Feedback dengan Baik
    Ketika Anda sukses menjual sebuah produk, bukan berarti Anda sudah berhasil melakukan kegiatan bisnis. Oleh karena itu, setelah produk kita terjual lah tantangan besar dimulai. Ketika masyarakat sudah mulai menggunakan produk tentunya ada feedback yang didapatkan. Feedback tersebut bisa berupa komentar, saran dan bahkan kritik yang bisa saja membangun atau malah menjatuhkan produk tersebut. Dari feedback ini harusnya anda dapat mengambil pelajaran tentang pengembangan produk seperti apa yang diinginkan masyarakat. Sehingga ke depannya produk anda semakin diterima masyarakat. Namun jika anda tidak dapat merespon feedback ini dengan baik, maka siap-siap saja produk anda ditinggalkan oleh pembeli.
  8. Terlalu Cepat Menarik Uang
    Siapa yang tak tergiur melihat rekening di bank membengkak akibat keuntungan bisnis yang berlipat? Hati-hati, konon banyak pengusaha pemula yang akhirnya gulung tikar hanya karena tidak tahan untuk tidak menghabiskan uang hasil keuntungan tersebut. Pisahkan rekening pribadi dengan rekening usaha agar tidak tergoda untuk menghabiskannya. Sebaiknya manfaatkan keuntungan tersebut untuk mengembangkan dan melakukan ekspansi bisnis.

Source:

www.akuntansionline.id/8-penyebab-utama-kegagalan-berbisnis/

Lihat artikel lainnya:


Lihat juga:

Silahkan cek profil kami: https://sumberrizki.com/tentang-kami/
Yuk Hitung Deposito kamu sekarang: https://sumberrizki.com/simadeb-2/
List Jasa Keuangan kami: https://sumberrizki.com/pinjaman/
Silahkan cek Google Business kami: https://goo.gl/maps/Cqy22LBjjTKUh8sR6