Pahami Ini Sebelum Mulai Berinvestasi

Investasi merupakan salah satu aktivitas keuangan yang penting. Terutama bagi seseorang yang ingin mengamankan atau melipatgandakan kekayaan. Dari setiap uang yang diinvestasikan, biasanya akan memperoleh imbal hasil. Imbal hasil dalam investasi tidak menentu. Tergantung kinerja dan kondisi pasar. Imbal hasil selalu berbanding lurus dengan risikonya. Kalau mau investasi imbal hasil besar, maka risikonya pasti tinggi. Pun sebaliknya.

Investasi yang salah tidak selalu karena pengelolaan yang kurang baik. Bisa juga lantaran salah memilih instrumen investasinya. Sejatinya instrumen investasi ada banyak jenis, seperti saham, emas, deposito, reksadana dll. Saking banyaknya pilihan, kerap membuat investor gegabah dalam menentukannya. Memilih instrumen yang tidak dikenal atau tidak dikuasainya. Jadi seperti beli kucing dalam karung. Alih-alih ingin mendapat untung, justru buntung.

Maka dari itu, penting untuk mencari tahu terlebih dahulu tentang instrumen investasi yang sudah Anda bidik. Saham misalnya, kenali saham yang akan Anda beli. Jangan beli yang tidak Anda kenali untuk meminimalisir kerugian. Pahami sebelum mulai berinvestasi.

  1. Kenali Kebutuhan Investasi Anda
    Beda kebutuhan, beda pula jumlah yang harus diinvestasikan untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan mengetahui kebutuhan itu, Anda dapat mengalokasikan uang di tempat yang tepat sehingga manfaat investasi dapat lebih maksimal.
  2. Perhatikan Potensi Inflasi
    Kondisi ekonomi selalu berubah. Investasi bukan hanya dipengaruhi faktor internal, tetapi juga faktor eksternal. Hal ini akan berdampak pada imbal hasil investasi meskipun biasanya imbal hasil investasi mengalahkan inflasi. Kecuali bunga tabungan bank.
  3. Jangan Berinvestasi pada Uang Tunai
    Terlalu banyak menyimpan uang tunai justru berisiko habis digerus inflasi. Lebih baik, tempatkan uang pada instrument, seperti properti yang harganya selalu naik setiap tahun. Bisa menjadi aset aktif bila disewakan.
  4. Pilih Investasi Jangka Panjang
    Hindarilah yang namanya investasi jangka pendek, Alasannya karena keuntungannya tidak maksimal. Jika investasi dibiarkan dalam jangka panjang, keuntungannya bisa ratusan sampai ribuan persen. Jadi, investasi jangka panjang sangat disarankan untuk mempersiapkan keuangan di masa depan.
  5. Jangan Fokus Pada Satu Jenis Investasi Saja
    Salah besar kalau selama ini Anda hanya mengandalkan satu instrument investasi saja. Anda perlu melakukan diversifikasi produk yang berguna untuk subsisi silang. Tujuannya adalah jikalau harga saham sedang anjlok, Anda tetap mendapatkan keuntungan dari investasi lain.

Nah itu dia point penting untuk Anda pahami sebelum mulai berinvestasi. Semoga bermanfaat.

Silahkan cek profil kami: https://sumberrizki.com/tentang-kami/
Yuk Hitung Deposito kamu sekarang: Klik Disini
List Jasa Keuangan kami: https://sumberrizki.com/pinjaman/
Silahkan cek Google Business kami: https://goo.gl/maps/Cqy22LBjjTKUh8sR6